The Duchess's Noctis Orchid Bab 8 - Jarak yang Mulai Berubah

 

Sejak hari Noctis Orchid menunjukkan tanda kehidupan, Adrian mulai memperhatikan sesuatu.

Hal kecil.

Sangat kecil.

Namun cukup untuk mengganggu pikirannya.

Mansion Noctis yang biasanya sunyi...

mulai memiliki suara.

Suara langkah kaki Elena di lorong.

Suara pintu rumah kaca yang terbuka setiap pagi.

Suara para pelayan yang mulai berbicara lebih santai.

Dan yang paling mengganggu...

adalah kenyataan bahwa ia mulai terbiasa dengan keberadaan seseorang.

"Duchess akan menghadiri makan malam keluarga malam ini."

Sekretaris Adrian membacakan jadwal.

Adrian tetap menandatangani dokumen di tangannya.

"Batalkan."

Sekretaris itu berhenti.

"Yang Mulia?"

"Aku tidak ingin dia dipaksa menghadiri sesuatu yang tidak perlu."

Beberapa detik berlalu.

Sekretaris itu menatapnya dengan heran.

Karena selama bertahun-tahun...

Adrian tidak pernah peduli dengan pendapat orang lain.

Apalagi soal seorang wanita.

"Apakah saya boleh bertanya sesuatu?"

Adrian mengangkat wajah.

"Apa?"

"Apakah karena Duchess?"

Pena Adrian berhenti.

"Jangan membuat asumsi."

"Maaf, Yang Mulia."

Namun sebelum sekretaris itu pergi...

Adrian menatap dokumen di tangannya.

Dan untuk pertama kalinya...

ia menyadari sesuatu.

Ia memang sedang membuat pengecualian.

Sementara itu...

Elena tidak menyadari perubahan kecil tersebut.

Pikirannya hanya tertuju pada rumah kaca.

Pagi itu, ia menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut.

Noctis Orchid memiliki satu kelopak tambahan.

Kecil.

Namun nyata.

Elena tersenyum.

"Jadi kau benar-benar ingin hidup."

Ia mengambil buku catatan kecil.

Sejak datang ke mansion Noctis, ia mulai mencatat perkembangan setiap tanaman.

Jenis tanah.

Jumlah cahaya.

Suhu ruangan.

Semuanya.

Baginya, merawat bunga tidak berbeda dengan merawat seseorang.

Setiap hal membutuhkan perhatian yang berbeda.

"Lady Elena."

Suara seseorang membuatnya menoleh.

Seorang wanita berdiri di pintu rumah kaca.

Wanita yang sama dari jamuan sebelumnya.

Lady Seraphine Valmont.

Elena berdiri.

"Lady Seraphine."

Seraphine tersenyum.

"Aku penasaran."

"Tentang?"

"Bagaimana seorang wanita yang baru masuk ke keluarga Noctis bisa begitu cepat mendapatkan izin memasuki tempat ini."

Elena tidak menjawab.

Seraphine berjalan perlahan melihat sekeliling.

"Rumah kaca ini dulunya sangat penting."

"Dulunya?"

"Ya."

Seraphine berhenti di depan salah satu rak tua.

"Sebelum semuanya berubah."

Elena memperhatikannya.

"Kau mengenal tempat ini?"

Pertanyaan itu membuat Seraphine tersenyum tipis.

"Aku mengenal keluarga Noctis lebih lama darimu."

Nada suaranya halus.

Namun ada sesuatu yang tersembunyi.

Malamnya...

Elena kembali ke kamarnya lebih awal.

Namun ketika membuka pintu...

ia menemukan sebuah kotak kecil di atas meja.

Tidak ada nama pengirim.

Hanya lambang keluarga Noctis.

Ia membukanya perlahan.

Di dalamnya terdapat sebuah buku tua.

Sampulnya sudah usang.

Tulisan di depannya membuat Elena terdiam.

Catatan Perawatan Noctis Orchid.

Matanya membesar.

Buku ini...

berasal dari rumah kaca.

"Kenapa kau memberikannya padaku?"

Suara Adrian terdengar dari belakang.

Elena menoleh.

Ia tidak menyadari pria itu masuk.

"Ini milik keluarga Noctis."

Adrian mendekat.

"Benar."

"Lalu kenapa?"

Adrian melihat buku itu.

"Karena kau membutuhkannya."

Elena menatapnya.

"Apakah ini berarti Anda mulai mempercayai saya?"

Pertanyaan itu membuat Adrian diam.

Biasanya ia akan menjawab dengan dingin.

Tidak.

Belum.

Namun kali ini...

jawabannya berbeda.

"Aku sedang mencoba."

Elena sedikit terkejut.

Karena dari Adrian...

itu adalah pengakuan besar.

"Kau tahu?"

Elena membuka buku tua itu.

"Aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan seseorang yang memiliki anggrek dengan rahasia sebesar ini."

Adrian menatapnya.

"Dan aku tidak pernah menyangka akan menikahi seseorang yang berani masuk ke rumah kaca yang sudah dilarang."

Elena tersenyum kecil.

"Mungkin kita sama-sama salah memilih pasangan kontrak."

Adrian menatapnya.

Untuk sesaat...

ia hampir tersenyum.

Hampir.

Namun malam itu...

ketika Elena tertidur...

seseorang memasuki rumah kaca tua.

Dengan langkah pelan.

Seseorang yang tidak ingin melihat Noctis Orchid kembali mekar.

Sebuah tangan menyentuh salah satu pot.

Dan sebuah botol kecil dikeluarkan.

"Tidak boleh..."

Suara itu berbisik.

"Bunga itu tidak boleh mekar lagi."

Di dalam gelap...

sebuah rencana mulai bergerak.

Dan Elena belum mengetahui...

bahwa menyelamatkan Noctis Orchid berarti membuka kembali luka lama keluarga Noctis.

Bersambung...

Comments