The Duchess's Noctis Orchid Bab 11 - Nama yang Harus Dijaga

 Sejak pengumuman keluarga Noctis akan mengikuti Kompetisi Bunga Kerajaan, suasana di mansion berubah.


Rumah kaca yang selama bertahun-tahun dibiarkan sunyi kini menjadi pusat perhatian.


Para pelayan mulai membicarakannya.


Para bangsawan mulai bertanya-tanya.


Dan nama Duchess Noctis mulai terdengar di seluruh Kerajaan Elarion.


Namun bagi Elena...


semua itu bukan hal utama.


Baginya, yang terpenting hanya satu.


Noctis Orchid harus bertahan.


"Lady Elena."


Alfred berdiri di samping meja kerja kecil di dalam rumah kaca.


"Surat dari istana."


Elena menerima surat tersebut.


Lambang kerajaan terukir di bagian depan.


Ia membukanya perlahan.


Isi surat itu adalah aturan resmi Kompetisi Bunga Kerajaan.


Setiap keluarga bangsawan harus membawa satu tanaman terbaik mereka.


Penilaian akan dilakukan oleh para ahli kerajaan.


Dan pemenang akan mendapatkan kehormatan menampilkan bunganya di taman istana.


Elena membaca bagian terakhir.


Keluarga yang memenangkan kompetisi akan mendapatkan pengakuan sebagai pemilik koleksi tanaman langka terbaik di Elarion.


Ia terdiam.


Ini bukan sekadar kompetisi.


Ini tentang reputasi.


"Apakah kau menyesal?"


Suara Adrian terdengar dari belakang.


Elena menoleh.


"Apa maksud Anda?"


"Menjadi bagian dari semua ini."


Adrian berjalan mendekat.


"Kau datang ke keluarga Noctis hanya untuk sebuah kontrak."


Tatapannya jatuh pada surat di tangan Elena.


"Sekarang kau harus menghadapi semua tekanan ini."


Elena menatapnya.


"Aku tidak menyesal."


Jawaban itu terlalu cepat.


Adrian sedikit terdiam.


"Kenapa?"


Elena melihat ke arah rumah kaca.


"Karena tempat ini layak diselamatkan."


Kemudian ia menatap Adrian.


"Dan saya tidak ingin melarikan diri hanya karena orang lain tidak menyukainya."


Adrian memperhatikan Elena.


Ada sesuatu yang berbeda dari wanita itu.


Banyak bangsawan bertahan karena nama keluarga.


Karena kekuasaan.


Karena keuntungan.


Tapi Elena...


bertahan karena sesuatu yang tidak bisa dihitung dengan uang.


Hari berikutnya, Elena mulai mempersiapkan Noctis Orchid.


Ia mempelajari catatan lama.


Mengamati perubahan suhu.


Mengatur cahaya.


Bahkan membuat jadwal perawatan sendiri.


Namun semakin ia mempelajari bunga itu...


semakin ia menyadari sesuatu.


Noctis Orchid bukan tanaman biasa.


Ia sangat sensitif.


Sedikit perubahan bisa membuatnya layu.


Sedikit kesalahan bisa menghancurkannya.


"Jadi kau benar-benar merepotkan."


Elena berbicara pelan pada bunga itu.


Namun bibirnya tersenyum.


"Tapi aku suka tantangan."


Sore itu, Adrian menemukan Elena tertidur di kursi rumah kaca.


Di sampingnya terdapat buku-buku botani yang terbuka.


Tangannya masih memegang pena.


Adrian berhenti.


Ia tidak tahu berapa lama ia berdiri di sana.


Wanita ini terlalu keras kepala.


Bahkan untuk dirinya sendiri.


"Kau bisa sakit jika terus seperti ini."


Suara Adrian membuat Elena terbangun.


Ia membuka mata perlahan.


"Yang Mulia?"


"Kau tertidur di sini."


Elena melihat sekeliling.


Lalu sedikit malu.


"Saya hanya ingin memastikan kondisi bunga sebelum malam."


Adrian mengambil buku di sampingnya.


"Kau tidak perlu mengorbankan dirimu untuk tanaman."


Elena tersenyum kecil.


"Saya tidak berkorban."


"Lalu?"


"Saya hanya melakukan sesuatu yang saya cintai."


Adrian terdiam.


Karena ia tidak pernah memahami bagaimana seseorang bisa begitu bahagia hanya karena merawat sesuatu.


Malam itu...


untuk pertama kalinya, Adrian meminta makan malam hanya berdua dengan Elena.


Bukan sebagai Duke dan Duchess.


Bukan sebagai pasangan kontrak.


Hanya dua orang yang mulai mengenal satu sama lain.


"Aku ingin bertanya sesuatu."


Elena mengangkat wajah.


"Apa?"


"Kenapa kau memilihku?"


Pertanyaan itu membuat Elena terdiam.


Ia tahu maksud Adrian.


Banyak pria bangsawan lain yang lebih mudah diminta menikah.


Namun ia memilih Duke Noctis.


Elena meletakkan cangkir tehnya.


"Karena Anda satu-satunya orang yang memiliki sesuatu yang saya butuhkan."


Adrian sedikit mengernyit.


"Sesuatu?"


"Kesempatan."


Ia tersenyum.


"Kesempatan untuk menyelamatkan rumah kaca saya."


Jawaban itu logis.


Tapi entah kenapa...


Adrian merasa sedikit kecewa.


Ia tidak tahu mengapa.


Namun sebelum makan malam berakhir...


seorang pelayan datang membawa kabar.


"Yang Mulia."


"Ada masalah di rumah kaca."


Ekspresi Elena langsung berubah.


"Apa yang terjadi?"


Pelayan itu menunduk.


"Beberapa tanaman ditemukan rusak."


Kursi Elena langsung bergeser.


Ia berdiri.


Dan Adrian melihat sesuatu di matanya.


Bukan kepanikan.


Bukan ketakutan.


Tapi kemarahan.


Karena seseorang telah menyakiti sesuatu yang ia lindungi.


Ketika mereka tiba di rumah kaca...


Elena langsung menuju Noctis Orchid.


Untungnya...


bunga itu masih aman.


Namun beberapa tanaman lain rusak.


Pot pecah.


Daun tercabik.


Dan di lantai...


ada sebuah benda kecil.


Sebuah pin perak.


Dengan lambang keluarga bangsawan.


Adrian mengambilnya.


Tatapannya berubah dingin.


Karena ia mengenali lambang itu.


Keluarga Valmont.


Bersambung...



Comments