Perubahan jadwal Kompetisi Bunga Kerajaan menjadi pembicaraan terbesar di seluruh Elarion.
Awalnya, para bangsawan hanya menganggapnya sebagai perubahan biasa.
Namun bagi keluarga Noctis...
itu adalah peringatan.
Seseorang sedang bergerak.
"Aku tidak menyukai ini."
Alfred meletakkan dokumen di meja Adrian.
"Aturan tambahan tentang sejarah tanaman tidak pernah ada sebelumnya."
Adrian membaca surat kerajaan sekali lagi.
"Benar."
"Dan sekarang mereka meminta setiap peserta menyerahkan asal-usul tanaman langka?"
Adrian diam.
Karena hanya satu tanaman yang akan menjadi masalah jika sejarahnya dibuka.
Noctis Orchid.
Di rumah kaca...
Elena sedang memeriksa kondisi bunga ketika Adrian datang.
Dari wajahnya, Elena langsung tahu.
Ada sesuatu yang terjadi.
"Ada masalah?"
Adrian tidak menjawab langsung.
"Kita harus mengubah rencana untuk kompetisi."
Elena berdiri.
"Kenapa?"
"Aturan baru."
Adrian menyerahkan surat tersebut.
Elena membacanya perlahan.
Matanya berhenti pada bagian sejarah tanaman.
"Mereka ingin mengetahui asal-usul Noctis Orchid."
Adrian mengangguk.
"Ya."
Elena menatap bunga itu.
Selama ini ia merawatnya sebagai tanaman.
Sesuatu yang hidup.
Sesuatu yang membutuhkan perhatian.
Namun bagi dunia bangsawan...
bunga itu adalah simbol.
Warisan.
Kekuatan.
"Apakah mereka akan mengambilnya?"
Pertanyaan Elena membuat Adrian langsung menjawab.
"Tidak."
Nada suaranya tegas.
Terlalu tegas.
Elena menatapnya.
"Kau yakin?"
Adrian terdiam sesaat.
Lalu berkata,
"Aku akan memastikan tidak ada yang bisa menyentuhnya."
Namun Elena tidak melewatkan satu hal.
Cara Adrian berkata.
Bukan seperti seorang Duke yang menjaga aset keluarga.
Tapi seperti seseorang yang takut kehilangan sesuatu.
Hari berikutnya...
Elena menerima undangan dari istana.
Bukan sebagai peserta.
Melainkan sebagai Duchess Noctis.
Sebuah jamuan kecil diadakan untuk para bangsawan yang akan mengikuti kompetisi.
Adrian awalnya ingin menolak.
Namun Elena memilih pergi.
"Kita tidak bisa terus bersembunyi."
Adrian menatapnya.
"Kau semakin mirip ibuku."
Elena sedikit terkejut.
"Apakah itu hal buruk?"
Adrian menggeleng.
"Tidak."
Untuk pertama kalinya...
jawabannya terdengar hangat.
Di istana Elarion...
para bangsawan berkumpul.
Dan seperti biasa...
perhatian langsung tertuju pada keluarga Noctis.
Terutama pada Elena.
"Duchess Noctis."
Seorang bangsawan wanita tersenyum.
"Benarkah Anda berhasil membuat tanaman yang sudah mati selama bertahun-tahun kembali tumbuh?"
Elena tersenyum sopan.
"Saya hanya merawatnya."
"Rendah hati sekali."
Wanita itu tertawa kecil.
"Tapi tentu saja, semua orang penasaran."
"Penasaran?"
"Apakah Noctis Orchid benar-benar sebagus rumor yang beredar."
Elena memahami.
Mereka tidak bertanya karena kagum.
Mereka sedang mencari celah.
Kemudian seseorang muncul.
Lady Seraphine Valmont.
"Sudah lama, Duchess."
Elena menoleh.
"Lady Seraphine."
Seraphine tersenyum.
"Aku dengar Noctis Orchid akhirnya mekar."
Beberapa orang langsung memperhatikan.
Elena tidak menjawab.
Namun Seraphine melanjutkan.
"Menarik."
"Karena menurut catatan lama..."
Ia berhenti.
"Anggrek itu seharusnya tidak bisa mekar lagi setelah kematian Lady Evelyn."
Ruangan menjadi sedikit lebih sunyi.
Elena menatapnya.
"Anda sangat mengetahui sejarah keluarga Noctis."
Seraphine tersenyum.
"Beberapa sejarah memang sulit dilupakan."
Sebelum Elena menjawab...
Adrian datang.
Ia berdiri di sampingnya.
"Cukup."
Suara Adrian membuat suasana berubah.
Seraphine menatapnya.
"Aku hanya berbicara."
"Tidak."
Adrian menatapnya dingin.
"Kau sedang mencari sesuatu."
Untuk pertama kalinya malam itu...
senyum Seraphine sedikit menghilang.
Dalam perjalanan pulang...
Elena duduk diam di dalam kereta.
"Kau mengenalnya sejak lama?"
Adrian menatap keluar jendela.
"Ya."
"Seberapa lama?"
"Sejak kecil."
Elena menunggu penjelasan.
Namun Adrian tidak melanjutkan.
"Dan dia pernah dekat dengan keluarga Noctis?"
Pertanyaan itu membuat Adrian menoleh.
"Kenapa kau berpikir begitu?"
"Karena cara dia berbicara."
Elena menjawab.
"Dia tidak seperti seseorang yang hanya mengenal sejarah keluarga Anda."
Adrian terdiam.
Karena Elena benar.
Seraphine Valmont bukan sekadar bangsawan yang tertarik pada Noctis Orchid.
Dia adalah seseorang yang mengetahui bagian dari masa lalu yang bahkan Adrian berusaha lupakan.
Malam itu...
sebuah laporan masuk ke ruang kerja Adrian.
Tentang penyelidikan Black Orchid.
Dan nama yang muncul di dalamnya membuat wajah Adrian berubah.
Valmont.
Namun bukan Seraphine.
Melainkan seseorang yang selama ini dianggap telah meninggal.
Seseorang dari sepuluh tahun lalu.
Seseorang yang berkaitan langsung dengan kematian Lady Evelyn Noctis.
Bersambung...
Comments
Post a Comment