The Duchess's Noctis Orchid Bab 26 - Bunga yang Diperebutkan

 Pagi setelah pengakuan Lila...

mansion Noctis tidak lagi terasa sama.

Bukan karena suasana berubah.

Melainkan karena sekarang mereka tahu.

Kematian Lady Evelyn bukan sekadar masa lalu.

Seseorang masih berusaha menyembunyikan kebenaran.

Dan Noctis Orchid adalah pusatnya.

Di ruang kerja...

Adrian berdiri di depan tumpukan dokumen lama.

Catatan keluarga.

Laporan keamanan.

Surat-surat yang selama ini terkunci.

Semuanya dibuka kembali.

"Yang Mulia."

Alfred meletakkan laporan baru.

"Ada perkembangan."

Adrian menoleh.

"Katakan."

"Orang yang menyusup ke arsip lama bukan hanya mencari dokumen."

Alfred berhenti sejenak.

"Mereka mencari sesuatu yang berhubungan dengan rumah kaca."

Adrian langsung memahami.

Noctis Orchid.

"Mereka tahu bunga itu sudah mekar."

Alfred mengangguk.

"Dan mereka bergerak lebih cepat dari perkiraan kita."

Sementara itu...

Elena berada di rumah kaca.

Ia memeriksa kondisi Noctis Orchid.

Namun kali ini pikirannya tidak hanya tertuju pada bunga.

Melainkan pada semua hal yang terjadi.

Surat Lady Evelyn.

Ruang rahasia.

Lucien.

Dan pesan misterius tentang Black Orchid.

"Anda terlalu banyak berpikir."

Suara Adrian membuatnya menoleh.

Elena tersenyum kecil.

"Anda mulai mengenal saya?"

Adrian berhenti di sampingnya.

"Ya."

Jawaban sederhana itu membuat Elena sedikit terdiam.

Karena Adrian tidak pernah mengatakan sesuatu tanpa alasan.

"Menurut Anda..."

Elena menyentuh daun Noctis Orchid.

"Kenapa semua orang menginginkan bunga ini?"

Adrian melihat bunga tersebut.

"Dulu aku pikir karena nilainya."

"Lalu?"

"Sekarang aku tahu."

Ia menatap Elena.

"Karena bunga ini menyimpan sesuatu yang bisa menghancurkan banyak orang."

Elena terdiam.

"Dan Anda?"

Adrian mengangkat alis.

"Saya?"

"Jika Anda tahu rahasia itu bisa menghancurkan keluarga Noctis..."

Ia berhenti.

"Apakah Anda masih akan mencari tahu?"

Adrian tidak langsung menjawab.

Lalu berkata,

"Sepuluh tahun lalu, aku kehilangan ibuku karena tidak mengetahui kebenaran."

Tatapannya mengeras.

"Aku tidak akan kehilangan orang lain karena alasan yang sama."

Elena menangkap satu kata.

Orang lain.

Bukan keluarga.

Bukan bunga.

Tapi seseorang.

Namun sebelum ia sempat menjawab...

seorang pelayan datang berlari.

"Duchess!"

Elena dan Adrian menoleh.

"Ada masalah."

"Apa?"

Pelayan itu terlihat panik.

"Rumah kaca..."

Ia menarik napas.

"Ada seseorang masuk."

Mereka langsung menuju rumah kaca.

Pintu masih terkunci.

Tidak ada kerusakan.

Namun ketika Elena masuk...

wajahnya berubah.

Noctis Orchid masih ada.

Tidak dicuri.

Tidak dirusak.

Namun...

sebuah bunga kecil di sampingnya telah mati.

Bunga yang baru saja Elena rawat selama berminggu-minggu.

Di atas meja terdapat sebuah pesan.

Tulisan hitam.

Sama seperti sebelumnya.

"Kami tidak datang untuk mengambil bunga."

"Kami datang untuk mengingatkan."

Adrian mengambil kertas itu.

Di bagian bawah terdapat simbol.

Black Orchid.

Elena membaca kalimat berikutnya.

Dan darahnya terasa berhenti sesaat.

"Tanyakan kepada Duke Noctis..."

"Mengapa ibunya memilih mati daripada memberitahu kebenaran kepadanya."

Suasana menjadi hening.

Elena perlahan menatap Adrian.

Namun pria itu tidak bergerak.

Karena kalimat itu menyentuh luka terdalamnya.

"Adrian..."

Pria itu menutup mata sejenak.

Lalu berkata,

"Ada sesuatu yang belum kukatakan."

Elena terdiam.

"Ketika ibuku meninggal..."

Adrian menatap bunga itu.

"Aku bukan hanya kehilangan dia."

"Aku juga kehilangan sesuatu yang dia tinggalkan."

"Apa?"

Adrian menjawab pelan.

"Ingatan terakhirku tentang malam itu."

Elena mengerutkan kening.

"Maksud Anda?"

"Aku ada di mansion malam itu."

Keheningan.

"Dan aku melihat seseorang keluar dari rumah kaca."

Jantung Elena berdebar.

"Siapa?"

Adrian menatapnya.

Dan untuk pertama kalinya...

ketakutan terlihat jelas di matanya.

"Seorang pria."

"Memakai lambang keluarga Noctis."

Elena membeku.

Karena selama ini...

mereka hanya mencari musuh dari luar.

Namun mungkin...

bahaya terbesar justru berasal dari dalam keluarga sendiri.

Malam itu...

di sebuah ruangan tersembunyi...

seseorang membuka buku tua keluarga Noctis.

Halaman terakhir berisi satu nama.

Nama yang telah dihapus dari sejarah.

Aurel Noctis.

Dan di bawah nama itu...

tertulis:

"Putra pertama keluarga Noctis."

"Pewaris yang seharusnya menjadi Duke."

"Orang yang menghilang sepuluh tahun lalu."

Bersambung...


Comments