The Duchess's Noctis Orchid Bab 20 - Nama yang Seharusnya Hilang

 Malam itu, ruang kerja Adrian terasa lebih dingin dari biasanya.

Api di perapian masih menyala.

Namun tidak mampu menghangatkan suasana.

Di atas meja terdapat satu laporan.

Sebuah nama.

Nama yang selama sepuluh tahun terakhir tidak pernah ingin ia dengar lagi.

Lucien Valmont.

"Mustahil."

Suara Adrian terdengar rendah.

Alfred berdiri di hadapannya dengan wajah serius.

"Kami juga berpikir begitu, Yang Mulia."

"Lucien Valmont meninggal sepuluh tahun lalu."

"Benar."

Alfred menunduk.

"Namun semua bukti yang kami temukan mengarah kepadanya."

Adrian menggenggam kertas itu.

Tangannya menegang.

Karena ia ingat hari itu.

Hari ketika hidupnya berubah.

Sepuluh tahun lalu.

Malam kematian ibunya.

Lady Evelyn Noctis.

Saat itu Adrian masih muda.

Ia tidak mengerti politik bangsawan.

Tidak mengerti permainan kekuasaan.

Yang ia tahu hanya satu.

Ibunya meninggal.

Dan sejak hari itu...

rumah kaca ditutup.

Noctis Orchid tidak pernah mekar lagi.

"Apakah Lady Seraphine terlibat?"

Pertanyaan Alfred membuat Adrian diam.

Ia tidak ingin percaya.

Seraphine memang mengetahui banyak hal.

Namun ia tidak pernah melihatnya sebagai musuh.

"Belum ada bukti."

Jawaban Adrian pendek.

"Kalau begitu, kita harus berhati-hati."

Adrian menatap laporan itu.

"Jangan biarkan Elena mengetahui ini dulu."

Namun seperti biasa...

Adrian lupa satu hal.

Elena bukan orang yang bisa dijauhkan begitu saja.

Pagi berikutnya...

Elena menemukan Adrian di perpustakaan.

Pria itu terlihat berbeda.

Lebih tertutup dari biasanya.

"Anda menemukan sesuatu."

Bukan pertanyaan.

Sebuah kesimpulan.

Adrian menatapnya.

"Kau terlalu pandai membaca orang."

Elena duduk di depannya.

"Dan Anda terlalu mudah ditebak ketika sedang menyembunyikan sesuatu."

Adrian hampir menghela napas.

Hampir.

"Apakah ini tentang Noctis Orchid?"

Elena bertanya.

Adrian diam.

Cukup lama.

Akhirnya ia berkata,

"Ini tentang masa lalu keluarga Noctis."

Elena menunggu.

"Dan tentang kematian ibuku."

Ruangan menjadi sunyi.

Elena tidak menyangka Adrian akan mengatakannya langsung.

Selama ini pria itu selalu menghindari topik tersebut.

"Adrian..."

"Aku tidak ingin kau terlibat."

Kalimat itu membuat Elena mengerutkan kening.

"Kenapa?"

"Karena ini bukan masalah kecil."

"Saya tahu."

"Bisa membahayakanmu."

Elena menatapnya.

"Lalu kenapa Anda membiarkan saya menjadi Duchess Noctis?"

Pertanyaan itu membuat Adrian terdiam.

Elena berdiri.

"Sejak awal, saya tahu pernikahan ini bukan karena cinta."

"Kita punya kontrak."

"Tapi setelah saya masuk ke keluarga Noctis..."

Ia melihat ke arah jendela.

"Saya bukan hanya nama di atas kertas."

Adrian menatapnya.

"Saya adalah Duchess Noctis."

Suaranya tenang.

"Kalau keluarga ini memiliki masalah, maka masalah itu juga menyentuh saya."

Untuk beberapa detik...

Adrian tidak berkata apa-apa.

Karena Elena benar.

Ia sendiri yang memberinya gelar itu.

Namun ia masih memperlakukannya seperti seseorang yang harus dilindungi dari segala hal.

Bukan sebagai pasangan.

"Ada seseorang bernama Lucien Valmont."

Akhirnya Adrian berkata.

Elena mendengarkan.

"Dia dianggap meninggal sepuluh tahun lalu."

"Namun?"

"Namun bukti terbaru menunjukkan dia mungkin masih hidup."

Elena terdiam.

"Dan dia berhubungan dengan kematian ibumu?"

Adrian mengangguk.

Sore itu...

Elena kembali ke rumah kaca.

Ia berdiri di depan Noctis Orchid.

Bunga itu kini memiliki beberapa kelopak yang telah terbuka.

Indah.

Namun semakin indah...

semakin banyak bahaya yang datang.

"Apa yang sebenarnya kau tahu?"

Elena berbisik.

Malam tiba.

Sebuah kereta berhenti di luar gerbang mansion Noctis.

Seorang pria turun.

Tidak membawa lambang keluarga.

Tidak membawa pengawal.

Hanya sebuah mantel hitam.

Penjaga langsung menghadangnya.

"Berhenti. Siapa Anda?"

Pria itu tersenyum tipis.

"Aku datang menemui Duke Noctis."

"Siapa namamu?"

Pria itu mengangkat wajah.

Dan menjawab,

"Lucien Valmont."

Di dalam mansion...

Adrian menerima kabar itu.

Wajahnya langsung berubah.

Karena nama itu seharusnya hanya ada di dalam sejarah.

Bukan berdiri di depan pintunya.

Sementara itu...

Elena yang berada di rumah kaca melihat sesuatu.

Noctis Orchid.

Untuk pertama kalinya...

mengeluarkan aroma yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Dan di salah satu kelopaknya...

muncul pola hitam kecil.

Pola yang sama seperti simbol Black Orchid.

Bersambung...


Comments