The Duchess's Noctis Orchid Bab 21 - Pria dari Masa Lalu

 Hujan turun deras malam itu.

Suara air menghantam jendela mansion Noctis, menciptakan suasana yang semakin mencekam.

Di ruang utama...

Adrian berdiri diam.

Di hadapannya, seorang pria yang seharusnya tidak pernah kembali.

Lucien Valmont.

Sepuluh tahun.

Sepuluh tahun sejak nama itu menghilang.

Sepuluh tahun sejak kematian Lady Evelyn Noctis.

Namun sekarang...

pria itu berdiri di hadapannya.

Hidup.

Tenang.

Seolah tidak pernah terjadi apa pun.

"Berani sekali kau datang ke sini."

Suara Adrian dingin.

Lucien hanya tersenyum tipis.

"Aku tahu kau akan mengatakan itu."

"Karena kau tahu apa yang terjadi sepuluh tahun lalu."

Senyum Lucien menghilang sedikit.

"Aku tahu banyak hal, Adrian."

Mendengar pria itu memanggil namanya langsung membuat suasana berubah.

Tidak banyak orang yang berani melakukan itu.

"Keluar dari mansion ini."

Adrian berbalik.

Namun Lucien berkata,

"Aku datang bukan untuk bertengkar."

"Lalu untuk apa?"

Lucien melihat ke arah rumah kaca yang terlihat dari jendela.

"Untuk memperingatkanmu."

Adrian berhenti.

"Noctis Orchid sudah mekar."

Keheningan.

Tatapan Adrian menjadi tajam.

"Bagaimana kau tahu?"

Lucien tersenyum.

"Karena bukan hanya keluarga Noctis yang menunggu bunga itu."

Di balik pintu...

Elena mendengar percakapan mereka.

Ia tidak berniat menguping.

Namun langkahnya berhenti ketika mendengar nama bunga itu.

Noctis Orchid.

Dan pria asing yang mengetahui rahasianya.

"Kau tidak berubah."

Lucien menatap Adrian.

"Masih berpikir bisa melindungi semuanya sendirian."

Adrian mengepalkan tangan.

"Aku tidak membutuhkan nasihatmu."

"Mungkin."

Lucien mengambil sebuah amplop dari sakunya.

"Tapi kau membutuhkan ini."

Adrian tidak langsung mengambilnya.

"Apa itu?"

"Sesuatu yang seharusnya diberikan kepadamu sepuluh tahun lalu."

Tatapan Adrian berubah.

"Apa maksudmu?"

Lucien meletakkan amplop itu di meja.

"Surat terakhir dari ibumu."

Waktu seolah berhenti.

Adrian menatap amplop tersebut.

Tidak bergerak.

Karena selama ini...

ia pikir semua pesan ibunya telah hilang.

"Bagaimana kau mendapatkannya?"

Pertanyaan Adrian terdengar lebih rendah.

Lucien menjawab,

"Karena sebelum Lady Evelyn meninggal..."

"Ia mempercayakan sesuatu kepadaku."

Ekspresi Adrian berubah.

"Jangan bohong."

"Aku tahu kau membenciku."

Lucien menatapnya.

"Dan mungkin kau punya alasan untuk itu."

"Tapi ada hal yang belum kau ketahui tentang malam itu."

Tiba-tiba...

suara langkah kaki terdengar.

Elena muncul dari lorong.

"Adrian."

Keduanya menoleh.

Wajah Adrian langsung berubah.

"Kenapa kau di sini?"

Elena melihat Lucien.

"Karena saya mendengar nama ibu Anda."

Adrian ingin berkata sesuatu.

Namun Elena sudah melihat wajah pria itu.

Dan ia tahu.

Ini bukan sekadar masalah lama.

Ini adalah luka yang belum pernah sembuh.

Lucien memperhatikan Elena.

Kemudian tersenyum kecil.

"Jadi ini Duchess Noctis."

Elena menatapnya.

"Anda mengenal saya?"

"Tidak."

Lucien melihat ke arah rumah kaca.

"Tapi aku sudah menduga suatu hari seseorang seperti Anda akan datang."

Elena mengerutkan kening.

"Apa maksud Anda?"

Lucien tidak menjawab.

Sebaliknya, ia berkata,

"Lady Evelyn pernah berkata..."

"Jika suatu hari Noctis Orchid kembali mekar..."

"Maka keluarga Noctis akan mendapatkan kesempatan kedua."

Elena terdiam.

Adrian juga.

Karena kalimat itu sama seperti isi surat ibunya.

"Namun ada satu hal yang tidak ia ketahui."

Lucien menatap Adrian.

"Bahwa orang yang paling membutuhkan kesempatan kedua..."

"bukan keluarga Noctis."

"Tapi putranya."

Adrian menatapnya dingin.

"Pergi."

Lucien mengambil mantelnya.

"Aku akan pergi."

"Tapi sebelum itu..."

Ia melihat Elena.

"Jaga bunga itu baik-baik, Duchess."

"Karena ketika Noctis Orchid mekar sempurna..."

"orang-orang yang selama ini bersembunyi akan mulai muncul."

Setelah Lucien pergi...

keheningan memenuhi ruangan.

Elena menatap Adrian.

"Anda percaya padanya?"

Adrian tidak menjawab.

"Saya tidak bertanya sebagai Duchess."

Ia melembutkan suaranya.

"Saya bertanya sebagai seseorang yang ingin tahu apa yang sebenarnya Anda rasakan."

Adrian menunduk.

Dan untuk pertama kalinya...

ia mengatakan sesuatu yang selama sepuluh tahun tidak pernah ia akui.

"Aku tidak tahu."

Malam itu...

Elena kembali ke rumah kaca.

Namun ia menemukan sesuatu.

Di bawah pot Noctis Orchid...

terdapat tulisan baru.

Bukan dari ibunya Adrian.

Bukan dari Lucien.

Tapi dari seseorang yang tidak diketahui.

"Jangan percaya orang yang membawa kembali masa lalu."

Elena membeku.

Karena pertanyaannya sekarang bukan hanya...

siapa musuh keluarga Noctis?

Tapi...

siapa yang sebenarnya sedang melindungi mereka?

Bersambung...


Comments