Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya.
Di mansion Noctis, tidak ada seorang pun yang benar-benar tidur.
Karena satu nama kembali muncul dari masa lalu.
Aurel Noctis.
Di ruang kerja...
Adrian masih berdiri di depan jendela.
Pikirannya kembali pada malam sepuluh tahun lalu.
Malam ketika hidupnya berubah.
Malam ketika ibunya meninggal.
Dan malam ketika ia melihat seseorang meninggalkan rumah kaca.
Seseorang dengan lambang keluarga Noctis.
"Yang Mulia."
Alfred berdiri di depan meja.
"Apakah Anda yakin?"
Adrian diam.
"Aku tidak pernah melupakan wajahnya."
"Tapi..."
Ia berhenti.
"Sepuluh tahun adalah waktu yang lama."
Elena yang sejak tadi berada di ruangan itu memperhatikan Adrian.
Ia tahu pria itu sedang berusaha mengendalikan pikirannya sendiri.
"Siapa Aurel Noctis?"
Pertanyaan Elena membuat ruangan hening.
Alfred menunduk.
Karena nama itu bukan nama yang biasa disebut.
Adrian akhirnya menjawab.
"Dia kakakku."
Elena terdiam.
"Kakak?"
Adrian mengangguk.
"Putra pertama keluarga Noctis."
"Dan pewaris sebelum Anda."
"Kenapa saya tidak pernah mendengar namanya?"
Adrian melihat ke arah meja.
"Karena keluarga Noctis menghapus namanya dari sejarah."
Elena mengerutkan kening.
"Menghapus?"
Adrian mengambil sebuah dokumen lama.
"Sepuluh tahun lalu, Aurel dinyatakan meninggal."
"Tapi tidak ada makam."
"Tidak ada pemakaman."
"Hanya sebuah perintah."
"Perintah dari siapa?"
Pertanyaan Elena membuat Adrian diam.
Lalu menjawab,
"Ayahku."
Nama itu kembali muncul.
Ayah Adrian.
Seseorang yang selama ini hampir tidak pernah dibicarakan.
"Apa yang terjadi antara Aurel dan keluarga Noctis?"
Adrian menatap api di perapian.
"Aurel berbeda denganku."
"Dia tidak ingin menjadi bangsawan."
"Dia tidak peduli pada kekuasaan."
"Lalu?"
"Dia hanya peduli pada penelitian ibuku."
Elena langsung memahami.
"Noctis Orchid."
Adrian mengangguk.
"Ketika ibuku mulai menyelidiki rahasia bunga itu, Aurel membantunya."
"Namun setelah itu..."
Adrian mengepalkan tangannya.
"Dia menghilang."
"Dan keluarga Anda mengatakan dia meninggal?"
"Ya."
Elena diam.
Ada sesuatu yang tidak masuk akal.
Jika Aurel benar-benar meninggal...
kenapa simbol Black Orchid muncul sekarang?
Kenapa seseorang ingin mengungkap namanya?
"Adrian."
Pria itu menoleh.
"Jika Aurel masih hidup..."
Elena berhenti.
"Apakah Anda pikir dia adalah musuh?"
Pertanyaan itu membuat Adrian terdiam lama.
Karena jawabannya tidak mudah.
Aurel adalah kakaknya.
Seseorang yang dulu melindunginya ketika mereka kecil.
Seseorang yang mengajarinya mengenal tanaman.
Seseorang yang juga menghilang tanpa penjelasan.
"Aku tidak tahu."
Jawaban itu terdengar berat.
Keesokan harinya...
Adrian memerintahkan penyelidikan diam-diam.
Tidak kepada keluarga kerajaan.
Tidak kepada keluarga bangsawan.
Hanya orang-orang yang paling ia percaya.
Sementara itu...
Elena kembali ke ruang rahasia bawah rumah kaca.
Ia membuka buku catatan Lady Evelyn.
Kali ini ia mencari nama Aurel.
Dan ia menemukannya.
"Aurel adalah anak yang paling memahami Noctis Orchid."
"Namun dia juga anak yang paling terluka."
Elena membaca lebih lanjut.
Tangannya berhenti.
"Jika sesuatu terjadi padaku..."
"Jangan biarkan Adrian membenci kakaknya."
Elena membeku.
Karena Lady Evelyn sudah mengetahui kemungkinan itu.
Di bawah tulisan itu terdapat satu kalimat.
Lebih samar.
Seolah ditulis terburu-buru.
"Aurel bukan pelaku."
Elena menatap kalimat itu.
Jantungnya berdetak lebih cepat.
Karena jika Aurel bukan pelaku...
maka siapa yang sebenarnya berdiri di rumah kaca malam itu?
Malamnya...
Adrian menerima laporan.
Sebuah desa kecil di utara kerajaan.
Ada seorang pria yang tinggal di sana selama bertahun-tahun.
Tidak menggunakan nama Noctis.
Namun memiliki ciri yang sama.
Rambut hitam.
Mata abu-abu.
Dan sebuah kebiasaan...
merawat anggrek langka.
Adrian membaca laporan itu.
Tangannya berhenti.
Karena di bagian bawah tertulis:
Nama: Aiden Voss.
Identitas asli diduga: Aurel Noctis.
Untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun...
Adrian memiliki kemungkinan.
Kakaknya mungkin masih hidup.
Namun sebelum ia sempat memberi tahu Elena...
sebuah surat tiba di mansion.
Tanpa lambang.
Tanpa pengirim.
Hanya satu kalimat di dalamnya.
"Jangan mencari orang yang sengaja menghilang."
"Karena kebenaran yang kau temukan mungkin akan menghancurkan keluarga Noctis."
Adrian menggenggam surat itu.
Dan Elena berdiri di sampingnya.
Karena mereka berdua tahu...
mereka tidak lagi hanya mencari pembunuh Lady Evelyn.
Mereka sedang membuka rahasia keluarga Noctis yang telah dikubur selama sepuluh tahun.
Bersambung...
Comments
Post a Comment