The Duchess's Noctis Orchid Bab 12 - Bayangan di Balik Bunga

 Malam menyelimuti mansion Noctis.


Namun tidak ada seorang pun yang tidur dengan tenang.


Rumah kaca yang biasanya menjadi tempat paling damai bagi Elena...


kini dipenuhi keheningan yang berbeda.


Bukan ketenangan.


Melainkan kewaspadaan.


Elena berdiri di tengah rumah kaca.


Matanya mengamati setiap sudut.


Tanaman yang rusak sudah dipindahkan.


Pecahan pot sudah dibersihkan.


Namun bekas kejadian itu masih terasa.


Seseorang masuk ke tempat ini.


Seseorang yang sengaja ingin menghancurkan hasil kerjanya.


"Maafkan saya, Nyonya."


Seorang pelayan membungkuk.


"Seharusnya kami lebih memperhatikan keamanan rumah kaca."


Elena menggeleng.


"Bukan salah kalian."


Ia melihat tanaman kecil yang rusak di tangannya.


"Ini bukan kecelakaan."


Adrian berdiri beberapa langkah darinya.


Sejak menemukan pin perak itu...


wajahnya tidak berubah.


Namun Elena bisa merasakan.


Adrian sedang marah.


Sangat marah.


"Yang Mulia."


Adrian menatapnya.


"Keluarga Valmont?"


Elena mengingat pin tersebut.


"Anda yakin itu milik mereka?"


"Aku mengenali lambangnya."


Jawaban Adrian singkat.


"Tapi jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat."


Elena menatapnya.


"Kau membela mereka?"


Adrian terdiam.


Bukan karena tidak punya jawaban.


Tapi karena ia tahu Elena salah memahami maksudnya.


"Aku tidak membela siapa pun."


Nada suaranya melunak sedikit.


"Aku hanya tidak ingin kau menuduh seseorang tanpa bukti."


Elena diam.


Kemudian mengangguk.


"Benar."


Ia melihat kembali tanaman di depannya.


"Tapi seseorang tetap melakukan ini."


Keesokan paginya...


kabar tentang kejadian di rumah kaca menyebar.


Tidak butuh waktu lama.


Para bangsawan mulai berbicara.


"Duchess Noctis terlalu percaya diri."


"Baru datang beberapa minggu, sudah membawa masalah."


"Mungkin rumah kaca itu memang seharusnya tetap ditinggalkan."


Elena mendengar semua itu.


Namun ia tidak membalas.


Ia sudah terbiasa.


Dulu, ketika keluarganya mengalami kesulitan...


banyak orang juga berbicara hal yang sama.


Siang hari, Adrian menemukannya di rumah kaca.


Elena sedang memperbaiki tanaman yang rusak.


"Kau tidak berhenti?"


Elena tidak menoleh.


"Tidak."


"Kenapa?"


Pertanyaan itu membuat Elena berhenti sejenak.


"Karena kalau saya berhenti setiap kali seseorang mencoba menjatuhkan saya..."


Ia memasukkan tanah baru ke dalam pot.


"...maka saya tidak akan pernah bisa mempertahankan apa pun."


Adrian memperhatikan tangannya.


Ada luka kecil di jarinya.


"Kau terluka."


Elena melihat tangannya.


"Hanya sedikit."


Adrian mengambil sapu tangan dari sakunya.


Tanpa berkata apa-apa, ia meraih tangan Elena.


Gerakannya hati-hati.


Elena sedikit terkejut.


Karena Adrian selalu menjaga jarak.


Tapi kali ini...


ia yang mendekat.


"Anda tidak perlu melakukan ini."


Elena berkata pelan.


"Aku tahu."


Adrian tetap membersihkan luka kecil itu.


"Lalu kenapa?"


Adrian berhenti.


Pertanyaan sederhana.


Namun ia tidak punya jawaban.


Kenapa?


Karena melihat Elena terluka membuatnya merasa terganggu.


Karena melihat seseorang merusak sesuatu yang penting baginya membuatnya marah.


Karena...


ia mulai peduli.


Dan itu adalah sesuatu yang tidak ingin ia akui.


Malamnya...


Adrian memanggil kepala pelayan.


"Perketat penjagaan rumah kaca."


Alfred menunduk.


"Baik, Yang Mulia."


"Dan cari tahu siapa yang masuk malam itu."


"Apakah Anda mencurigai keluarga Valmont?"


Adrian terdiam.


"Belum."


"Tapi?"


Tatapan Adrian menjadi dingin.


"Tapi jika ada yang mencoba menyentuh Duchess atau Noctis Orchid lagi..."


Ia berhenti.


"...aku akan memastikan mereka menyesal."


Sementara itu...


di tempat lain.


Seseorang berdiri di depan jendela.


Lady Seraphine Valmont.


Sebuah laporan kecil berada di tangannya.


"Jadi..."


"Noctis Orchid mulai berubah."


Ia tersenyum tipis.


"Menarik."


Seorang pelayan di belakangnya bertanya,


"Apakah kita harus melanjutkan rencana?"


Seraphine menutup laporan tersebut.


"Tentu."


"Karena jika bunga itu benar-benar mekar..."


Tatapannya menjadi tajam.


"Semua rahasia keluarga Noctis akan terbuka."


Di mansion Noctis...


Elena berdiri di depan anggrek yang masih bertahan.


Ia tidak tahu apa yang sedang direncanakan orang lain.


Ia tidak tahu rahasia apa yang tersembunyi di balik bunga itu.


Namun satu hal ia tahu.


Ia tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan apa yang sudah ia selamatkan.


Dan untuk pertama kalinya...


Adrian Noctis merasakan hal yang sama.


Ia tidak hanya ingin melindungi Noctis Orchid.


Ia ingin melindungi wanita yang merawatnya.


Bersambung...



Comments