The Duchess's Noctis Orchid Bab 13 - Tangan yang Mulai Melindungi

 

Pagi di mansion Noctis tidak lagi sama.

Sejak kejadian di rumah kaca, keamanan di seluruh area timur diperketat.

Para penjaga yang sebelumnya hanya berjaga di gerbang utama kini ditempatkan di sekitar rumah kaca.

Hal itu tentu saja tidak luput dari perhatian Elena.

Ia berdiri di depan pintu rumah kaca, melihat dua penjaga baru yang berdiri di sana.

"Yang Mulia yang memerintahkan?"

Salah satu penjaga membungkuk.

"Benar, Duchess."

Elena menghela napas kecil.

Adrian.

Pria itu selalu melakukan sesuatu tanpa memberitahunya.

Saat sarapan, Elena akhirnya menanyakannya.

"Anda menambah penjagaan rumah kaca."

Adrian yang sedang membaca dokumen tidak langsung menjawab.

"Ya."

"Karena kejadian kemarin?"

"Ya."

Elena meletakkan cangkir tehnya.

"Menurut saya itu berlebihan."

Adrian mengangkat wajah.

"Berlebihan?"

"Rumah kaca ini memang penting, tapi saya tidak ingin seluruh mansion memperlakukannya seperti benteng."

Tatapan Adrian sedikit berubah.

"Kau tidak mengerti."

"Kalau begitu jelaskan."

Keberanian Elena membuat beberapa pelayan di ruangan itu menahan napas.

Tidak banyak orang yang berani berbicara seperti itu kepada Duke Noctis.

Namun Adrian hanya menatapnya.

Lama.

"Aku tidak hanya melindungi rumah kaca."

Elena terdiam.

"Lalu?"

Adrian menjawab dengan tenang.

"Aku melindungi apa yang ada di dalamnya."

Kalimat itu membuat Elena terdiam sesaat.

Karena ia tahu.

Yang Adrian maksud bukan hanya bunga.

Setelah sarapan, Elena kembali ke rumah kaca.

Namun kali ini Adrian mengikutinya.

Hal yang cukup mengejutkan.

Karena biasanya pria itu hanya datang sebentar lalu pergi.

"Kau ikut?"

Elena bertanya.

"Aku ingin melihat perkembangan Noctis Orchid."

Elena tersenyum kecil.

"Atau memastikan saya tidak merusaknya?"

Adrian menatapnya datar.

"Aku tidak berpikir kau akan melakukan itu."

Jawaban sederhana.

Namun bagi Elena...

itu terdengar seperti kepercayaan.

Mereka berdiri di depan anggrek itu.

Tunas kecil yang muncul beberapa hari lalu kini mulai membesar.

Elena mencatat perkembangannya.

"Jika terus seperti ini, ia mungkin bisa mekar sebelum kompetisi."

Adrian diam.

"Kenapa?"

Elena menoleh.

"Kau terlihat khawatir."

"Aku hanya tidak ingin terlalu banyak orang tahu."

"Karena rahasianya?"

Adrian mengangguk.

"Selama bertahun-tahun, banyak orang menginginkan Noctis Orchid."

"Karena nilainya?"

"Karena legenda di baliknya."

Elena menutup bukunya.

"Legenda tentang bunga yang memilih orang yang tepat?"

Adrian menatapnya.

"Ya."

Elena tersenyum.

"Menurut saya bunga tidak memilih seseorang."

"Lalu?"

"Ia hanya tumbuh ketika seseorang benar-benar merawatnya."

Adrian terdiam.

Ia mulai menyadari.

Bagi Elena, semua hal memiliki arti yang berbeda.

Sore itu, Elena menerima undangan.

Bukan dari istana.

Melainkan dari keluarga Valmont.

Sebuah jamuan kecil sebelum kompetisi.

Elena membaca surat tersebut.

"Aneh."

Adrian yang sedang berada di ruang kerja menatapnya.

"Ada apa?"

"Keluarga Valmont mengundang saya."

Ekspresi Adrian berubah sedikit.

"Jangan pergi."

Jawabannya langsung.

Elena menatapnya.

"Kenapa?"

"Karena tidak perlu."

"Itu bukan alasan."

Adrian diam.

Elena melipat surat tersebut.

"Apakah Anda mencurigai mereka?"

"Ya."

Kejujuran itu membuat Elena terdiam.

"Kalau begitu, justru saya harus pergi."

Adrian mengerutkan kening.

"Kenapa?"

"Karena saya ingin tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan."

"Kau terlalu berani."

"Apa itu buruk?"

"Berbahaya."

Elena tersenyum tipis.

"Yang Mulia."

Ia berdiri.

"Anda menikahi saya karena saya berani membuat tawaran di tengah pesta kerajaan."

Adrian terdiam.

"Jadi jangan terkejut jika saya tetap menjadi orang yang sama."

Untuk beberapa detik...

Adrian tidak mengatakan apa pun.

Lalu ia berkata,

"Aku akan ikut."

Elena terkejut.

"Anda?"

"Ya."

"Sebagai pengawal?"

"Bukan."

Adrian menatapnya.

"Sebagai suamimu."

Kalimat itu membuat suasana berubah.

Bukan karena kata "suami".

Tapi karena cara Adrian mengatakannya.

Bukan sebagai bagian dari kontrak.

Melainkan seperti sebuah keputusan.

Elena menatapnya beberapa saat.

Lalu tersenyum kecil.

"Baik."

Malam sebelum jamuan keluarga Valmont...

seseorang memasuki rumah kaca lagi.

Namun kali ini...

ia tidak datang untuk merusak.

Ia datang membawa sebuah pesan.

Sebuah amplop kecil diletakkan di bawah pot Noctis Orchid.

Tulisan di depannya hanya satu kalimat.

Jika kau ingin tahu alasan bunga itu tidak pernah mekar selama sepuluh tahun, datanglah sendirian.

Dan untuk pertama kalinya...

Elena menyadari.

Noctis Orchid bukan hanya menyimpan rahasia keluarga Adrian.

Bunga itu juga menyimpan rahasia tentang masa lalu seseorang.

Bersambung...

Comments