The Duchess's Noctis Orchid Bab 23 - Rahasia di Bawah Rumah Kaca

 Suasana rumah kaca berubah.

Tempat yang selama ini menjadi ruang tenang bagi Elena...

kini terasa seperti menyimpan napas masa lalu.

Di bawah akar Noctis Orchid terdapat sebuah celah kecil pada lantai batu.

Sebuah sesuatu yang tersembunyi selama bertahun-tahun.

Adrian berlutut dan membersihkan debu di sekitar celah itu.

Tangannya berhenti ketika menemukan ukiran kecil.

Lambang keluarga Noctis.

Namun bukan lambang yang biasa digunakan di mansion.

Ini adalah lambang lama.

Lambang yang hanya digunakan oleh generasi pertama keluarga Noctis.

"Ini sudah ada sejak awal mansion dibangun."

Suara Adrian rendah.

Elena menatapnya.

"Dan Anda tidak pernah mengetahuinya?"

Adrian menggeleng.

"Rumah kaca ini selalu dianggap milik ibuku."

"Setelah beliau meninggal, tidak ada yang masuk lagi."

Adrian menekan bagian tengah ukiran.

Terdengar suara mekanisme tua.

Klik.

Sebagian lantai batu bergeser perlahan.

Sebuah ruang kecil tersembunyi di bawahnya.

Udara dingin keluar dari dalam.

Elena menyalakan lampu kecil.

Di dalam ruangan itu tidak ada emas.

Tidak ada harta.

Hanya sebuah meja kayu tua.

Dan sebuah kotak hitam.

Di atasnya terdapat tulisan.

"Untuk penerus Noctis yang memahami arti menjaga."

Adrian menatap tulisan itu.

"Ibuku..."

Elena melihatnya.

"Beliau menyiapkan semuanya."

Adrian tidak menjawab.

Namun wajahnya menunjukkan sesuatu.

Bukan hanya terkejut.

Tapi juga sedih.

Karena semakin banyak ia menemukan jejak ibunya...

semakin ia menyadari betapa banyak hal yang tidak pernah ia ketahui.

Kotak itu terkunci.

Namun sebelum Adrian mencobanya...

Elena memperhatikan sesuatu.

"Boleh saya?"

Adrian menatapnya.

"Kau pikir bisa membukanya?"

Elena tersenyum kecil.

"Entahlah."

Ia menyentuh kotak itu.

"Kadang benda tua bukan membutuhkan kekuatan."

"Lalu?"

"Mereka hanya membutuhkan orang yang mengerti cara mendengarkan."

Elena mengamati ukiran pada kotak.

Bentuknya seperti kelopak bunga.

Lima sisi.

Ia teringat sesuatu.

"Noctis Orchid."

Adrian menatapnya.

"Apa?"

"Jumlah kelopak pertama yang mekar."

Ia menunjuk ukiran tersebut.

"Lima."

Elena memutar bagian ukiran mengikuti pola kelopak.

Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Lima.

Klik.

Kotak terbuka.

Adrian terdiam.

Karena Elena berhasil membuka sesuatu yang selama sepuluh tahun tidak pernah terbuka.

Di dalam kotak terdapat tiga benda.

Sebuah buku catatan kecil.

Sebuah cincin lama dengan lambang Noctis.

Dan sebuah surat.

Adrian mengambil surat itu lebih dulu.

Namun kali ini...

nama penerimanya bukan dirinya.

Bukan Elena.

Melainkan:

"Untuk orang yang akan berdiri di samping Adrian Noctis."

Elena membeku.

Adrian juga.

"Ini..."

Elena tidak menyelesaikan kalimatnya.

Adrian mengambil surat tersebut.

Tangannya lebih tenang dari sebelumnya.

Karena kali ini...

ia tidak membukanya sebagai anak yang takut kehilangan ibunya.

Tapi sebagai seseorang yang ingin mengetahui kebenaran.

Isi surat itu singkat.

"Jika kau membaca ini, berarti Adrian akhirnya membiarkan seseorang masuk ke dalam dunianya."

Elena menoleh perlahan.

Adrian tetap membaca.

"Adrian selalu berpikir bahwa melindungi berarti menjauhkan orang lain dari rasa sakit."

"Namun ia tidak pernah mengerti..."

"Bahwa seseorang yang mencintainya tidak akan takut menghadapi rasa sakit bersamanya."

Elena terdiam.

Kata "mencintainya" membuat suasana berubah.

Namun Adrian tidak bereaksi.

Atau mungkin...

ia sengaja tidak menunjukkan reaksinya.

Surat itu berlanjut.

"Jangan biarkan dia mengulang kesalahan ayahnya."

"Jangan biarkan dia kehilangan orang yang berharga hanya karena takut kehilangan."

Adrian berhenti.

Ayahnya.

Nama itu jarang sekali disebut di keluarga Noctis.

Di halaman terakhir...

ada satu pesan.

"Noctis Orchid tidak memilih seseorang yang sempurna."

"Ia memilih seseorang yang mampu melihat luka di balik kekuatan."

Angin malam masuk melalui celah rumah kaca.

Elena melihat bunga itu.

Kemudian melihat Adrian.

Untuk pertama kalinya...

ia merasa memahami pria itu sedikit lebih dalam.

Namun sebelum mereka keluar dari ruang rahasia...

Adrian menemukan sesuatu di bawah buku catatan.

Sebuah halaman yang terlepas.

Bukan tulisan Lady Evelyn.

Tulisan orang lain.

Dan hanya ada satu kalimat:

"Evelyn Noctis tidak meninggal karena kecelakaan."

Elena membeku.

Adrian menatap tulisan itu.

Dan seluruh suasana berubah.

Karena selama sepuluh tahun...

Adrian percaya ibunya meninggal karena takdir.

Tapi sekarang...

mungkin kematian Lady Evelyn adalah sesuatu yang direncanakan.

Bersambung...


Comments