Berita tentang kejadian di Istana Elarion menyebar lebih cepat daripada yang diperkirakan siapa pun.
Dalam satu malam, seluruh ibu kota mengetahui satu hal.
Lady Elena Aveline telah melamar Duke Adrian Noctis.
Dan yang lebih mengejutkan...
Duke Noctis menerimanya.
Pagi berikutnya, sebuah kereta hitam berhenti di depan kediaman keluarga Aveline.
Tidak ada lambang mencolok.
Tidak ada hiasan berlebihan.
Hanya simbol keluarga Noctis yang terukir sederhana di pintunya.
Seekor burung malam dengan sayap terbuka.
Elena sudah menunggu di ruang tamu ketika pelayan mengumumkan kedatangan tamu.
"Yang Mulia Duke Noctis telah tiba."
Beberapa detik kemudian...
Adrian masuk.
Berbeda dari suasana pesta kemarin, hari ini ia terlihat jauh lebih dingin.
Tidak ada tatapan penasaran.
Tidak ada percakapan basa-basi.
Ia datang untuk urusan bisnis.
Elena berdiri.
"Yang Mulia."
Adrian mengangguk kecil.
"Lady Elena."
Ia duduk di hadapannya.
Di atas meja, sebuah map hitam diletakkan.
"Kontrak pernikahan."
Elena melihat map itu.
Tentu saja.
Mereka berdua tidak mungkin berpura-pura bahwa pernikahan ini berawal dari cinta.
Tidak ada perasaan.
Tidak ada janji.
Hanya kesepakatan.
Elena membuka halaman pertama.
Perjanjian Pernikahan Antara Duke Adrian Noctis dan Lady Elena Aveline.
Ia membaca perlahan.
Pernikahan berlangsung selama dua tahun.
Elena akan menjalankan perannya sebagai Duchess Noctis di depan publik.
Adrian akan membantu menyelesaikan masalah keuangan keluarga Aveline.
Setelah masa kontrak berakhir...
keduanya bebas menentukan jalan masing-masing.
Elena mengangguk.
Semuanya masuk akal.
Sampai ia membaca salah satu pasal.
Alisnya sedikit terangkat.
"Yang Mulia."
Adrian menatapnya.
"Ada masalah?"
Elena menunjuk bagian tersebut.
"Pasal tujuh."
"Anda tidak boleh memasuki area pribadi keluarga Noctis tanpa izin."
"Area pribadi?"
"Termasuk sayap timur mansion."
Elena diam.
Sayap timur.
Entah kenapa...
ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan di sana.
"Tidak masalah."
Ia melanjutkan membaca.
Namun kemudian berhenti lagi.
"Dan ini?"
Adrian tidak menjawab.
Elena mengangkat wajah.
"Anda meminta saya untuk tidak ikut campur dalam urusan keluarga Noctis."
"Benar."
"Padahal saya akan menjadi bagian dari keluarga Noctis."
"Kau akan menjadi Duchess."
Nada Adrian tetap tenang.
"Bukan berarti kau harus mengetahui semua rahasia keluarga ini."
Kalimat itu membuat Elena memperhatikannya.
Rahasia?
Jadi benar.
Ada sesuatu yang disembunyikan.
Elena mengambil pena.
"Saya memiliki beberapa syarat."
Adrian terlihat sedikit terkejut.
"Silakan."
"Pertama."
Ia menatapnya.
"Saya tidak ingin keluarga saya dianggap membeli keselamatan mereka melalui pernikahan ini."
Adrian diam.
"Uang yang Anda berikan kepada keluarga Aveline akan dianggap sebagai bagian dari kesepakatan, bukan belas kasihan."
Beberapa detik berlalu.
Lalu Adrian mengangguk.
"Setuju."
"Kedua."
"Saya ingin tetap memiliki kebebasan untuk merawat tanaman saya."
Untuk pertama kalinya...
Adrian terlihat benar-benar memperhatikannya.
"Tanaman?"
"Ya."
Elena menjawab tanpa ragu.
"Rumah kaca keluarga saya."
Adrian terdiam.
Seolah nama itu mengingatkannya pada sesuatu.
"Ketiga?"
"Saya tidak akan berbohong kepada Anda."
Elena berkata pelan.
"Kita boleh menyembunyikan sesuatu dari dunia luar. Tapi tidak satu sama lain."
Tatapan mereka bertemu.
Sebuah keheningan singkat muncul.
Karena untuk pertama kalinya...
seseorang tidak meminta sesuatu dari Adrian.
Seseorang justru menawarkan kejujuran.
"Baik."
Adrian mengambil pena.
"Aku setuju."
Tanda tangan pertama.
Elena Aveline.
Lalu tanda tangan kedua.
Adrian Noctis.
Sebuah kontrak selesai dibuat.
Dua orang asing kini terikat dalam sebuah pernikahan.
Bukan karena cinta.
Bukan karena keinginan.
Tapi karena kebutuhan.
Sebelum pergi, Adrian berhenti di depan pintu.
"Lady Elena."
Elena menoleh.
"Ya?"
"Mulai hari ini, kau harus memahami satu hal."
Tatapan Adrian menjadi lebih serius.
"Keluarga Noctis bukan tempat yang mudah."
Elena diam.
"Ada banyak hal yang tidak kau ketahui."
"Termasuk rumah kaca?"
Pertanyaan itu keluar tanpa sengaja.
Untuk sesaat...
ekspresi Adrian berubah.
Hanya sepersekian detik.
Tapi Elena melihatnya.
"Kau tahu tentang itu?"
"Tidak. Tapi sepertinya itu penting."
Adrian tidak menjawab.
Ia hanya berkata,
"Jangan mendekatinya."
Lalu pergi.
Elena berdiri memandang punggungnya yang menjauh.
Semakin Adrian melarang...
semakin ia yakin.
Di mansion Noctis nanti...
ada sesuatu yang tersembunyi.
Sesuatu yang berkaitan dengan rumah kaca.
Dan mungkin...
dengan Noctis Orchid.
Bersambung...
Comments
Post a Comment