CHASING AURORA
Bab 36 — Rumah
yang Tidak Ada di Rencana
Lima tahun
kemudian.
Kalau ada satu hal
yang tidak berubah dari Kael Ardhana...
itu adalah
kebiasaannya membuat rencana.
"Kael."
Ayla berdiri di
depan meja kerja.
Kael yang sedang
mengetik langsung menoleh.
"Ya?"
"Kamu sedang
bekerja?"
"Tidak."
Ayla melihat layar
laptop.
"Kael."
"Ya?"
"Itu laporan
kuartal Aurora."
Kael diam.
"Itu bukan
bekerja?"
"Saya hanya
membaca."
"Jam sebelas
malam?"
"Informasi
bisa muncul kapan saja."
Ayla menghela
napas.
Tapi dia
tersenyum.
Karena meskipun
Kael masih Kael...
dia sudah jauh
berbeda dari dulu.
Dulu pekerjaan
adalah dunianya.
Sekarang...
pekerjaan hanya
salah satu bagian hidupnya.
"Besok kita
ada acara."
Kael langsung
membuka kalender.
Ayla menunjuknya.
"Jangan."
"Apa?"
"Jangan buat
jadwal."
"Saya hanya
mengecek."
"Kael."
"Ya?"
"Kamu pernah
membuat jadwal kencan."
"Itu
membantu."
"Itu
tertulis: 19.00 makan malam, 19.45 percakapan santai, 20.30 ekspresi
perasaan."
Kael terdiam.
"Itu cukup
romantis."
Ayla langsung
tertawa.
"Tidak. Itu
seperti agenda rapat."
Lima tahun
menikah...
dan Ayla masih
sering bertanya:
Bagaimana mungkin
seseorang yang bisa memimpin ribuan orang...
masih bisa
terlihat bingung memilih hadiah ulang tahun.
Tahun ini ulang
tahun pernikahan mereka.
Dan Kael terlihat
sangat mencurigakan.
"Kamu
menyembunyikan sesuatu."
Ayla berkata.
"Saya
tidak."
"Kamu
gugup."
"Saya
tidak."
"Kamu
membersihkan rumah tiga kali."
Kael diam.
"Itu bukan
bukti."
"Kamu bahkan
merapikan rak buku berdasarkan warna."
"Itu
efisien."
Ayla tertawa.
"Kael."
"Ya?"
"Kamu tahu
bagian paling lucu dari kamu?"
"Apa?"
"Dulu aku
pikir kamu tidak punya sisi lucu."
"Lalu?"
"Ternyata
kamu lucu tanpa sadar."
Malam itu...
Kael membawa Ayla
ke tempat yang tidak mereka kunjungi selama bertahun-tahun.
Kafe kecil tempat
mereka dulu sering berbicara.
"Masih
sama."
Ayla melihat
sekeliling.
"Ya."
"Kenapa
membawa aku ke sini?"
Kael tersenyum.
"Karena
sebelum ada Aurora."
Dia berhenti.
"Sebelum ada
jabatan."
"Sebelum
semua orang mengenal kita."
"Ada dua
orang yang hanya duduk di sini dan membicarakan mimpi."
Ayla tersenyum.
"Kamu ingat
semuanya."
"Saya ingat
hal penting."
Kael mengeluarkan
sebuah buku kecil.
Ayla langsung
curiga.
"Jangan
bilang..."
"Bukan
spreadsheet."
Ayla tertawa.
"Syukurlah."
Buku itu berisi
catatan.
Bukan rencana.
Bukan target.
Tapi hal-hal
kecil.
Hari pertama
Ayla membuat saya tertawa di kantor.
Hari Ayla pergi
ke London.
Hari Ayla
kembali.
Hari pertama
kami menyadari bahwa kami tidak perlu menang sendiri.
Ayla membaca
perlahan.
Lalu tersenyum.
"Kamu
menyimpan ini selama lima tahun?"
"Ya."
"Kenapa?"
Kael melihatnya.
"Karena saya
takut lupa."
"Lupa
apa?"
"Bahwa
kebahagiaan saya dimulai dari hal-hal kecil."
Ayla menggenggam
tangannya.
"Kael."
"Ya?"
"Kalau dulu
kamu tahu hidupmu akan seperti ini..."
"Apa?"
"Apakah kamu
akan mengubah sesuatu?"
Kael berpikir.
Lama.
"Tidak."
Ayla tersenyum.
"Kenapa?"
"Karena semua
kesalahan, kegagalan, dan keputusan buruk..."
Dia melihat Ayla.
"Membawa saya
ke sini."
Beberapa hari
kemudian, Aurora mengadakan acara besar.
Perusahaan mereka
berkembang menjadi salah satu perusahaan kreatif ternama.
Dan tentu saja...
media masih suka
membahas pasangan pendiri Aurora.
Salah satu
reporter bertanya:
"Apa kunci
hubungan kalian tetap kuat meski sama-sama memiliki karier besar?"
Kael dan Ayla
saling melihat.
Ayla menjawab
dulu.
"Belajar
mendengarkan."
Kael mengangguk.
"Lalu belajar
tidak membuat semuanya seperti rapat."
Semua tertawa.
Reporter bertanya:
"Siapa yang
lebih romantis?"
Semua menunggu.
Kael menjawab:
"Ayla."
Ayla terkejut.
"Kamu
yakin?"
"Ya."
"Kenapa?"
"Karena dia
mengajari saya bahwa hidup tidak harus selalu direncanakan."
Ayla tersenyum.
"Lalu
Kael?"
"Ya?"
"Kamu
sekarang lebih romantis."
Kael berpikir.
"Benarkah?"
"Iya."
"Berarti
metode saya berhasil."
Ayla langsung
tertawa.
"Jangan rusak
momennya."
Malam itu, mereka
pulang ke rumah.
Bukan gedung
tinggi.
Bukan ruang
kantor.
Hanya rumah
sederhana yang penuh cerita.
Kael meletakkan
kunci.
Ayla melepas
sepatu.
Rutinitas kecil.
Tapi bagi
mereka...
itulah kemewahan
terbesar.
Karena pada
akhirnya...
Aurora bukan hanya
tentang perusahaan yang mereka bangun.
Tapi tentang
perjalanan dua orang yang awalnya mencari kesuksesan...
lalu menemukan
sesuatu yang jauh lebih berharga.
Seseorang yang
membuat mereka ingin pulang.
TAMAT
0 comments:
Post a Comment