The Duchess's Noctis Orchid Bab 14 - Undangan Keluarga Valmont

 

Elena membaca surat itu sekali lagi.

Lambang keluarga Valmont terukir di bagian depan.

Undangan resmi.

Bahasanya sopan.

Terlalu sopan.

Namun Elena tidak bisa mengabaikan satu hal.

Keluarga Valmont adalah keluarga yang sama dengan pemilik pin yang ditemukan di rumah kaca.

Dan sekarang...

mereka mengundangnya datang.

"Apakah Anda benar-benar akan pergi?"

Clara bertanya sambil membantu Elena memilih gaun.

Elena menatap dirinya di cermin.

"Ya."

"Tapi..."

Clara ragu.

"Setelah kejadian di rumah kaca?"

Elena tersenyum kecil.

"Justru karena itu."

Clara terlihat bingung.

"Kadang seseorang lebih mudah menunjukkan niatnya ketika kita berada di dekat mereka."

Elena sudah lama hidup di dunia bangsawan.

Ia tahu.

Musuh yang terang-terangan lebih mudah dihadapi daripada seseorang yang tersenyum sambil menyembunyikan pisau.

Malam itu...

sebuah kereta hitam dengan lambang Noctis berhenti di depan kediaman Valmont.

Adrian turun lebih dulu.

Kemudian mengulurkan tangan kepada Elena.

Gerakan sederhana.

Namun membuat beberapa bangsawan yang melihat mereka terdiam.

Karena Duke Adrian Noctis dikenal sebagai pria yang menjaga jarak dari semua orang.

Termasuk istrinya.

Namun malam ini...

ia menggenggam tangan Elena di depan publik.

Sebagai seorang suami.

"Selamat datang, Duke dan Duchess Noctis."

Lady Seraphine Valmont menyambut mereka di tangga mansion.

Ia mengenakan gaun berwarna gelap yang membuat penampilannya terlihat semakin elegan.

"Suatu kehormatan menerima kalian."

Elena tersenyum sopan.

"Terima kasih atas undangannya."

Seraphine menatap tangan Adrian yang masih menggenggam tangan Elena.

Senyumnya tetap sempurna.

Namun matanya berubah sesaat.

"Aku senang melihat hubungan kalian semakin baik."

Adrian menjawab datar.

"Itu bukan urusanmu."

Senyum Seraphine tidak hilang.

"Tentu."

Jamuan berlangsung dengan tenang.

Terlalu tenang.

Para bangsawan berbicara tentang kompetisi bunga.

Tentang keluarga kerajaan.

Tentang berbagai hal yang tidak penting.

Namun Elena tahu.

Tidak ada seorang pun di ruangan itu yang benar-benar hanya membicarakan hal biasa.

Semua orang sedang mengamati.

Terutama dirinya.

"Lady Elena."

Seorang pria tua mendekat.

"Anda adalah Duchess baru yang menarik perhatian banyak orang."

Elena tersenyum.

"Semoga dalam arti yang baik."

Pria itu tertawa kecil.

"Itu tergantung."

"Tergantung?"

"Apakah Anda mampu bertahan di keluarga Noctis."

Elena diam.

Sebelum ia menjawab...

Adrian muncul di sampingnya.

"Dia tidak perlu membuktikan apa pun."

Suara Adrian dingin.

Pria itu langsung menunduk.

"Yang Mulia."

Adrian menatapnya.

"Duchess Noctis adalah bagian dari keluarga Noctis."

Sebuah kalimat sederhana.

Namun semua orang di ruangan itu mendengarnya.

Dan semua orang memahami maknanya.

Setelah makan malam selesai...

Seraphine mengajak Elena berjalan di taman.

"Taman Valmont terkenal dengan koleksi bunganya."

Elena melihat sekeliling.

Indah.

Namun berbeda dengan rumah kaca Noctis.

Di sini semuanya sempurna.

Tidak ada tanaman yang terlihat membutuhkan bantuan.

"Saya dengar Anda berhasil membuat Noctis Orchid bertahan."

Elena berhenti.

"Anda mendengar banyak hal."

Seraphine tersenyum.

"Kerajaan Elarion selalu tertarik pada keluarga Noctis."

"Terutama pada bunga itu."

Elena menatapnya.

"Kenapa?"

Seraphine melihat bunga putih di taman.

"Karena Noctis Orchid bukan sekadar bunga."

"Semua orang mengatakan hal yang sama."

"Lalu apakah Anda tahu kenapa?"

Elena diam.

Seraphine mendekat sedikit.

"Karena bunga itu adalah bukti."

"Bukti tentang apa?"

Namun sebelum Seraphine menjawab...

suara Adrian terdengar.

"Elena."

Mereka menoleh.

Adrian berdiri beberapa langkah dari mereka.

Tatapannya langsung tertuju pada Seraphine.

"Sudah waktunya pulang."

Seraphine tersenyum tipis.

"Tentu."

Di dalam kereta saat perjalanan pulang...

Elena lebih banyak diam.

Adrian memperhatikannya.

"Apa yang dia katakan?"

Elena menatap keluar jendela.

"Dia tahu sesuatu tentang Noctis Orchid."

"Aku tahu."

Elena menoleh.

"Kau tahu?"

Adrian diam.

Dan itu sudah cukup menjadi jawaban.

"Yang Mulia..."

Elena menatapnya serius.

"Berapa banyak rahasia yang sebenarnya Anda sembunyikan?"

Pertanyaan itu membuat Adrian terdiam.

Karena ia tahu...

suatu hari nanti Elena akan mengetahui semuanya.

Termasuk alasan sebenarnya...

mengapa Noctis Orchid tidak pernah mekar.

Saat mereka tiba di mansion...

Elena kembali ke rumah kaca.

Ia teringat pesan misterius yang ditemukan sebelumnya.

Namun ketika ia mendekati Noctis Orchid...

ia melihat sesuatu.

Amplop itu hilang.

Dan sebagai gantinya...

terdapat sebuah kelopak bunga hitam kecil di atas meja.

Elena membeku.

Karena ia tahu...

Noctis Orchid belum pernah memiliki bunga seperti itu.

Dan untuk pertama kalinya...

ia merasa bahwa bunga itu bukan hanya menyimpan rahasia.

Tapi sedang mencoba memberi tahu sesuatu.

Bersambung...

Comments