The Duchess's Noctis Orchid Bab 18 - Surat dari Masa Lalu


Ruangan tua itu kembali sunyi.

Hanya suara api kecil dari perapian yang terdengar.

Di tangan Adrian terdapat sebuah amplop tua.

Kertasnya sudah menguning.

Namun tulisan di bagian depan masih sangat jelas.

Untuk wanita yang akan menjadi Duchess Noctis.

Elena menatap surat itu dengan perasaan aneh.

Bukan takut.

Tapi bingung.

Bagaimana mungkin seseorang yang telah meninggal sepuluh tahun lalu...

menulis surat untuk dirinya?

"Jangan buka."

Suara Adrian terdengar rendah.

Elena menoleh.

"Kenapa?"

Adrian menggenggam surat itu lebih erat.

"Karena aku tidak tahu apa yang ada di dalamnya."

"Itu alasan Anda tidak ingin membukanya?"

Adrian diam.

Elena melihat wajahnya.

Untuk pertama kalinya...

ia melihat keraguan dalam diri Duke Adrian Noctis.

Bukan sebagai seorang pemimpin.

Bukan sebagai pewaris keluarga.

Tapi sebagai seorang anak yang takut mengetahui sesuatu tentang ibunya.

"Adrian."

Pria itu menatapnya.

"Kita tidak akan menemukan jawabannya jika terus takut."

Kalimat itu membuat Adrian terdiam.

Lucu.

Biasanya dialah yang mengingatkan orang lain untuk menghadapi masalah.

Tapi sekarang...

Elena yang memberinya keberanian.

Akhirnya Adrian membuka surat tersebut.

Perlahan.

Hati-hati.

Seolah kertas itu adalah sesuatu yang rapuh.

Tulisan tangan Lady Evelyn memenuhi halaman.

"Jika surat ini terbuka, berarti Noctis Orchid telah memilih untuk bangun kembali."

Adrian membeku.

Elena membaca kalimat berikutnya.

"Dan berarti seseorang telah datang ke keluarga Noctis yang mampu memahami arti sebenarnya dari bunga itu."

Mata Elena bergerak ke bawah.

"Untuk Duchess Noctis di masa depan..."

"Aku tidak tahu siapa namamu."

"Aku tidak tahu dari keluarga mana kau berasal."

"Namun jika kau sampai membaca surat ini, percayalah..."

"Kau bukan datang ke keluarga ini hanya karena sebuah pernikahan."

Elena terdiam.

Tangannya tanpa sadar mengepal.

Karena kalimat itu terasa seperti ditujukan langsung kepadanya.

"Keluarga Noctis telah kehilangan banyak hal."

"Nama."

"Kebahagiaan."

"Dan kepercayaan."

"Namun yang paling kami kehilangan adalah kemampuan untuk percaya bahwa sesuatu yang indah masih bisa kembali."

Adrian menunduk.

Elena melihat perubahan ekspresinya.

Surat itu bukan hanya tentang bunga.

Tapi tentang luka keluarga Noctis.

Kemudian ada satu kalimat terakhir.

Tulisan Lady Evelyn sedikit berbeda.

Lebih kecil.

Seolah ditulis dengan tergesa.

"Jangan biarkan Adrian hidup sendirian selamanya."

Ruangan itu membeku.

Elena menatap Adrian.

Dan untuk pertama kalinya...

ia melihat sesuatu yang tidak pernah diperlihatkan pria itu.

Kesepian.

Adrian mengambil surat tersebut dari tangan Elena.

"Sudah cukup."

Suaranya pelan.

Elena tidak memaksa.

Namun sebelum Adrian pergi...

ia berkata,

"Dia sangat menyayangimu."

Langkah Adrian berhenti.

"Ibumu."

Elena melanjutkan.

"Dia tidak menulis surat ini karena mengkhawatirkan keluarga Noctis."

Tatapan Adrian perlahan berubah.

"Dia menulis ini karena mengkhawatirkan anaknya."

Adrian tidak menjawab.

Ia hanya berdiri diam beberapa saat.

Kemudian keluar dari ruangan.

Malam itu...

Elena kembali ke rumah kaca.

Ia ingin melihat Noctis Orchid.

Namun ketika sampai...

ia melihat Adrian sudah berada di sana.

Sendirian.

Pria itu berdiri di depan bunga yang baru mekar.

"Anda belum tidur."

Elena berjalan mendekat.

"Tidak bisa."

Jawaban itu sangat berbeda dari Adrian yang biasanya.

Elena berdiri di sampingnya.

"Tadi..."

"Aku tidak ingat wajah ibuku dengan jelas."

Elena menoleh.

Adrian menatap bunga itu.

"Aneh, bukan?"

"Sepuluh tahun berlalu."

"Tapi satu surat bisa membuat semua perasaan kembali."

Elena tidak berkata apa-apa.

Ia hanya berdiri di sana.

Menemaninya.

Dan mungkin...

itulah yang paling dibutuhkan Adrian.

Bukan nasihat.

Bukan solusi.

Hanya seseorang yang bersedia tetap tinggal.

Keesokan paginya...

sebuah kabar mengejutkan tiba di mansion.

Seorang utusan kerajaan datang membawa surat resmi.

Kompetisi Bunga Kerajaan dipercepat.

Tanggalnya dimajukan satu bulan.

Dan ada tambahan aturan baru.

Setiap keluarga yang ikut kompetisi...

harus menyerahkan catatan sejarah tanaman yang mereka bawa.

Termasuk asal-usulnya.

Adrian membaca surat itu.

Wajahnya berubah dingin.

Karena ia tahu.

Ini bukan kebetulan.

Seseorang ingin memaksa keluarga Noctis membuka sejarah Noctis Orchid di depan seluruh kerajaan.

Dan jika rahasia itu terbongkar...

bukan hanya bunga itu yang akan terancam.

Tapi juga Elena.

Bersambung...


Comments