The Duchess's Noctis Orchid Bab 33 - Darah Noctis

 

Surat itu masih berada di tangan Adrian.

Kertas tua.

Tulisan sederhana.

Namun isinya mampu mengguncang seluruh pemahamannya tentang keluarga Noctis.

"Cari tahu kebenaran tentang dirimu sendiri."

Selama ini Adrian mengenal dirinya sebagai pewaris keluarga Noctis.

Putra kedua Lord Cedric dan Lady Evelyn.

Seorang Duke yang menggantikan kakaknya setelah Aurel menghilang.

Tidak lebih.

Tidak kurang.

Tapi sekarang...

ada sesuatu yang disembunyikan.

Sesuatu yang bahkan ibunya tidak pernah katakan.

"Yang Mulia."

Suara Alfred memecah keheningan.

"Ada satu hal lagi."

Adrian menatapnya.

"Apa?"

Alfred terlihat ragu.

Namun akhirnya ia berbicara.

"Setelah surat itu datang, saya memeriksa kembali arsip lama keluarga."

Ia menyerahkan sebuah buku catatan.

"Dan saya menemukan ini."

Adrian membukanya.

Itu adalah catatan silsilah keluarga Noctis.

Namun ada halaman yang berbeda.

Halaman yang sengaja disembunyikan.

Di bagian atas tertulis:

"Garis Darah Noctis Pertama."

Elena ikut melihat.

"Ini bukan silsilah biasa."

Alfred mengangguk.

"Benar, Duchess."

"Ini catatan tentang keluarga sebelum mereka menjadi bangsawan."

Adrian membaca perlahan.

"Keluarga Noctis tidak diwariskan oleh kekuasaan."

"Melainkan oleh penjaga Noctis Orchid."

Ia berhenti.

"Penjaga?"

Elena mengulang kata itu.

Alfred mengangguk.

"Legenda lama mengatakan..."

"Noctis Orchid hanya bisa mekar sempurna di tangan seseorang yang memiliki hubungan dengan pendiri keluarga."

Adrian menatap bunga di kejauhan.

"Jadi maksudnya..."

Elena menyelesaikan.

"Anggrek itu memilih keluarga Noctis."

"Tidak hanya keluarga."

Adrian berkata pelan.

"Mungkin memilih seseorang."

Keheningan.

Sore itu...

Adrian kembali ke rumah kaca.

Namun kali ini ia tidak melihat bunga itu sebagai warisan.

Ia melihatnya sebagai sesuatu yang sejak awal mungkin telah mengetahui lebih banyak tentang dirinya daripada dirinya sendiri.

Elena berdiri di sampingnya.

"Apakah Anda takut?"

Pertanyaan itu membuat Adrian menoleh.

"Takut?"

"Jika semua ini benar."

Ia menunjuk Noctis Orchid.

"Jika ada sesuatu dalam diri Anda yang membuat semua orang mengejar bunga ini."

Adrian diam.

Lalu berkata,

"Ya."

Jawaban jujur itu mengejutkan Elena.

"Aku takut bukan karena kehilangan kekuasaan."

Tatapannya turun.

"Aku takut jika semua orang yang mendekatiku hanya karena sesuatu yang ada di dalam diriku."

Elena memahami.

Selama hidupnya...

Adrian selalu diperlakukan sebagai Duke.

Sebagai pewaris.

Sebagai simbol.

Bukan sebagai manusia.

"Adrian."

Ia memanggil namanya tanpa gelar.

Pria itu menatapnya.

"Saya tidak peduli dengan darah Noctis."

"Saya tidak peduli dengan bunga itu."

Elena tersenyum kecil.

"Saya mengenal Anda sebagai pria yang setiap malam diam-diam memeriksa apakah rumah kaca tetap hangat."

"Sebagai pria yang berpura-pura dingin tapi selalu mengingat hal kecil."

"Dan sebagai pria yang..."

Ia berhenti.

Sedikit ragu.

"...membiarkan saya masuk ke dunianya."

Adrian tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya...

tatapan dinginnya melembut.

Namun malam itu...

sebuah kejadian terjadi.

Salah satu pelayan menemukan sesuatu di halaman belakang mansion.

Sebuah kotak kecil.

Tidak ada nama.

Tidak ada pengirim.

Di dalamnya terdapat sebuah foto lama.

Foto keluarga Noctis.

Lord Cedric.

Lady Evelyn.

Aurel kecil.

Dan...

Adrian kecil.

Namun ada sesuatu yang salah.

Di belakang foto tertulis:

"Anak yang kalian lindungi bukanlah anak yang kalian kira."

Alfred yang menemukan foto itu langsung pucat.

Karena ia mengenali tulisan tersebut.

"Itu..."

Adrian menatapnya.

"Siapa?"

Alfred menunduk.

"Yang Mulia..."

Suaranya bergetar.

"Itu tulisan tangan Lord Cedric."

Malam itu...

semua rahasia semakin dalam.

Karena sekarang pertanyaan terbesar bukan lagi:

Siapa yang membunuh Lady Evelyn?

Tapi...

Apa sebenarnya hubungan Adrian Noctis dengan keluarga yang membesarkannya?

Bersambung...

Comments