The Duchess's Noctis Orchid Bab 32 - Rahasia yang Disembunyikan Ibu

 

Malam itu...

Adrian tidak kembali ke ruang kerja.

Tidak membuka dokumen.

Tidak membaca laporan.

Ia hanya duduk di perpustakaan lama keluarga Noctis.

Tempat yang jarang ia datangi.

Tempat yang penuh dengan kenangan tentang ibunya.

Elena menemukannya di sana.

Di tangannya ada sebuah buku tua.

Buku catatan Lady Evelyn.

"Anda belum tidur."

Adrian tidak menoleh.

"Begitu juga kau."

"Saya tidak bisa tidur."

"Kenapa?"

Elena berjalan mendekat.

"Karena Anda terlihat seperti seseorang yang sedang mencoba memecahkan masalah sendirian."

Adrian terdiam.

Karena ia tidak bisa menyangkalnya.

"Seraphine mengatakan sesuatu yang mengganggumu."

Elena duduk di seberangnya.

"Ya."

"Apa?"

Adrian membuka halaman terakhir buku itu.

"Bahwa ibuku menyembunyikan sesuatu."

Elena melihat catatan tersebut.

"Dan Anda percaya?"

Adrian diam.

Lalu menjawab,

"Aku percaya pada ibuku."

"Tapi..."

Tatapannya berubah.

"Aku tidak mengerti kenapa dia tidak mengatakan semuanya kepadaku."

Elena memahami.

Bagi Adrian...

menemukan bahwa ayahnya mungkin berkhianat sudah menyakitkan.

Namun mengetahui ibunya juga menyembunyikan sesuatu...

jauh lebih sulit.

"Adrian."

Pria itu menatapnya.

"Mungkin beliau tidak menyembunyikannya karena tidak percaya pada Anda."

"Lalu?"

"Mungkin karena beliau ingin melindungi Anda."

Adrian tersenyum tipis.

"Semua orang selalu mengatakan itu."

"Melindungiku."

Ia menutup buku itu.

"Tapi terkadang..."

"Orang yang terlalu ingin melindungi kita justru membuat kita sendirian."

Kalimat itu membuat Elena diam.

Karena ia tahu.

Itu bukan hanya tentang Lady Evelyn.

Tapi juga tentang dirinya.

Keesokan paginya...

Adrian meminta semua dokumen lama keluarga Noctis dibawa ke ruang rahasia.

Jika ibunya meninggalkan petunjuk...

maka mereka harus menemukannya.

Elena ikut membantu.

Mereka memeriksa surat.

Catatan.

Buku lama.

Hingga akhirnya...

Elena menemukan sesuatu.

"Adrian."

Ia mengangkat sebuah dokumen.

"Ini aneh."

Adrian mendekat.

Dokumen itu adalah daftar aset keluarga Noctis.

Namun ada satu bagian yang sengaja ditutup tinta hitam.

"Ini bukan kerusakan."

Elena menyentuh bagian tersebut.

"Seseorang sengaja menghapusnya."

Adrian mengambil dokumen itu.

Di bawah cahaya lampu...

terlihat tulisan yang hampir hilang.

"Proyek Noctis Orchid."

"Pemilik asli: Lady Evelyn Noctis."

Adrian mengerutkan kening.

"Proyek?"

Elena membalik halaman berikutnya.

Dan menemukan sesuatu.

Bukan tentang tanaman.

Tapi tentang penelitian.

Tentang orang-orang yang bekerja bersama Lady Evelyn.

Nama-nama ilmuwan.

Ahli botani.

Dan...

satu nama yang membuat Adrian berhenti.

"Adrian Noctis."

Elena menatapnya.

"Nama Anda?"

Adrian mengambil dokumen itu.

Di bawah namanya tertulis:

"Subjek perlindungan."

Keheningan.

"Apa maksudnya?"

Elena bertanya.

Namun Adrian tidak menjawab.

Karena ia sendiri tidak tahu.

Mereka membuka halaman lain.

Dan menemukan surat kecil.

Tulisan Lady Evelyn.

"Adrian bukan hanya penerus keluarga Noctis."

"Dia adalah alasan aku harus memastikan Noctis Orchid tetap tersembunyi."

Adrian membeku.

"Alasan?"

Elena membaca lebih lanjut.

"Jika mereka mengetahui hubungan darah Adrian dengan bunga itu..."

"Mereka tidak akan berhenti sampai mendapatkannya."

Mata Adrian melebar.

Hubungan darah?

Dengan bunga?

"Ini tidak masuk akal."

Suaranya pelan.

"Aku manusia."

Elena menatapnya.

"Tentu saja."

"Tapi mungkin maksudnya bukan secara harfiah."

Sebelum mereka bisa menemukan jawabannya...

pintu ruang rahasia terbuka.

Alfred masuk dengan wajah pucat.

"Yang Mulia."

"Ada masalah."

Adrian berdiri.

"Apa?"

Alfred menyerahkan sebuah surat.

"Surat ini baru tiba."

Adrian membukanya.

Tidak ada nama pengirim.

Namun tulisan di dalamnya membuat darahnya membeku.

"Kau sudah menemukan kebenaran tentang Aurel."

"Sekarang cari tahu kebenaran tentang dirimu sendiri."

Di bagian bawah surat...

terdapat lambang.

Bukan Black Orchid.

Bukan Noctis.

Melainkan lambang lama keluarga Noctis.

Lambang yang sudah dihapus dari sejarah.

Seekor anggrek putih dengan satu kelopak hitam.

Dan untuk pertama kalinya...

Adrian menyadari sesuatu.

Mungkin selama ini...

yang disembunyikan keluarganya bukan hanya rahasia tentang bunga.

Tapi...

rahasia tentang dirinya sendiri.

Bersambung...

Comments